Sunday, April 17, 2005

Dukun Kristen yang Bertobat

Dukun Kristen yang Bertobat
Kesaksian: Drs. Ek. Edison Sinaga


Berdasarkan Firman Tuhan Injil Yohanes 15:27 yang berbunyi:
“Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”

Bapak-bapak/Ibu-ibu/Saudar(i) yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus.
Sehubungan dengan ayat alkitab tersebut di atas yang berkata bahwa saya juga harus bersaksi sebab Kristus telah bersama-sama dengan saya sejak saya ditolong dan diselamatkan oleh Yesus Kristus pada tanggal 20 Februari 1979 dalam Kebaktian Kebangunan Rohani di kota PekanBaru Propinsi Riau yang dilayani oleh team Pekabaran Injil YPPII Batu Malang Bapak Pendeta DR. P. Octavianus.
Saya mengaku bahwa bertahun-tahun saya dibutakan oleh (si Bolis/Iblis/Setan) sehingga saya buta rohani dan menjadi pembantu utama si Bolis., sebagai seorang Dukun Besar di Pekanbaru Propinsi Riau. Tetapi puji Tuhan sekarang saya sudah melihat(bertobat).
Karena itu saya mau berkata seperti tertulis dalam Injil Yohanes 9:25b yang berbunyi: Itu sebabnya saya perlu bersaksi atas kasih Kristus yang telah saya alami sesuai Firman Tuhan dalam Mazmur 105:1-5.
Dahulu saya sebagai Dukun Besar yang terkenal di Pekanbaru Propinsi Riau, dengan tekun dan setia mengobati semua orang yang datang meminta bantuan pertolongan atas semua penyakit dan kesulitan, juga banyak orrang Kristen termasuk Penatua/Sintua dengan tidak memungut biaya. Saya lakukan itu dengan tekun dan berrsungguh-sungguh karena saya berpikir itu adalah Karunia dari Tuhan.
Dahulu saya dibutakan oleh si Bolis/Iblis,sehingga saya tidak membaca ayat-ayat Alkitab dalam II Korintus 4:3-4. Iblis menipu saya dengan memberi pengertian bahwa perrbuatan saya sebagai Dukun itu benar dan baik sebab saya berbuat kasih terhadap sesama manusia.
Memang iblis itu penipu adanya sesuai Firman Tuhan dalam Injil Yohanes 8:44.
Iblis berusaha untuk mendustai manusia sebab iblis suka supaya manusia bersama dia masuk neraka.Iblis sudah tahu aya-ayat alkitab sebab ia dahulu tinggal di Surga, tetapi oleh karena memberontak terhadap Tuhan maka ia dihalau dari Surga seperti dapat dibaca dalam kitab Yahya 14:12-14.
Demikianlah Saudara-saudara si Bolis/Iblis itu akan berusaha menipu setiap orang supaya manusia binasa bersama dia. Si Bolis dapat berupa malaekat terang untuk menipu manusia, seperti pernyataan Firman Tuhan dalam II Korintus 11:14. Iblis dapat memakai orrang-orang Krristen baik Bapak Pendeta, Penatua(sintua) semua atau dengan memakai ayat-ayat Alkitab/Kitab Suci untuk menipu manusia yaitu memberi pengertian yang keliru terhadap ayat-ayat Kitab Suci.
Dulu saya diberi pengertian, bahwa perbuatan saya sebagai dukun itu baik.Tapi sekarang baru saya sadar, bahwa Kasih yang benar menurut Tuhan ialah perbuatan baik yang sesuai dengan maksud dan kehendak Allah dalam Alkitab.
Sekarang saya baru mengerti mengapa dulu selalu saya tidak suka membaca Alkitab, mengapa dahulu selalu saya mengantuk mendengar khotbah Bapak Pendeta di Gereja, dan bila membaca Alkitab baru beberapa kalimat saya sudah mengantuk dan bosan serta tidak mengerti artinya. Padahal itulah siasat iblis supaya saya tidak mengerti kehendak Allah dan kalau manusia tidak mengerti kehendak Allah pasti sudah melawan Allah, sebab berbuat menurut kemanusiaannya sendiri. Itulah keadaan saya dulu, dan saya tahu sendiri bahwa banyak orang masih seperti itu.
Banyak orang Kristen zaman ini menjadi pemberontak-pemberontak terhadap Allah, sebab mendirikan kebenarannya sendiri karena menolak kebenaran Allah. Dan jikalau tetap tak sadar akan hal itu, maka orang-orang Kristen seperti itu adalah pengikut-pengikut iblis atau malaekat-malaekat iblis.
Saya sadar sekarang akan hal itu, sehingga saya harus bersiap untuk mempertanggungjawabkan kehendak Allah bagi saya selama hidup ini. Karena saya bertekun pada Firman Tuhan, walaupun ada tantangan apa saja. Itulah sebabnya saya berani bersaksi bagaimana kuasa Kristus yang telah saya alami dalam diri saya kepada Ompu Eporus Siahaan dan Bapak Sekretaris Jenderal Gereja HKBP P. Sihombing dan rombongan pada waktu peresmian Gedung Gereja HKBP di sungai Pa’niang/Pertamina di Propinsi Riau. Karena tidak tertahan bagaimana sukacita besar yang meluap dalam hati saya, atas karunia keselamatan yang saya peroleh dari Tuhan Yesus Kristus.
Saya menjadi dukun bukan karena saya belajar atau berusaha untuk berdukun, tetapi saya menjadi dukun akibat warisan dari nenek moyang saya yang juga adalah dukun-dukun yang besar. Hal ini sangat sesuai dengan Firman Tuhan dalam Ratapan 5:7.

Khusus kuasa gelap(2 korintus 2:4)
Saya dikuasai oleh si Bolis/ Iblis sehingga saya dapat berdialog atau berbicara lansung dengan iblis bila sangat perlu, sebab saya waktu itu dikuasai oleh roh jahat yang menamakan dirinya RAJA PARIMBULU BOSI, RAJA UTI, RAJA SISINGAMANGARAJA, RAJA GURU SALAM BANUA, RAJA SITUATUA dengan panglimanya RAJA GURU MANGALOKSA. Saya tahu ini dengan jelas sebab saya menjadi agen iblis ini bertahun-tahun.
Saya pernah dibawa oleh iblis ke atas sebuah gunung yang tinggi sekali dan di sana mata saya dibuka, sehingga saya dapat melihat seluruh dunia ini. Di situ iblis menjelma memakai jubah yang bagus seperti malaikat sesuai II Kor. 11:14. Tiba-tiba ada sebuah pedang bermata dua di tangan iblis itu dan dikatakannya,”Inilah pedang sakti untukmu”.Iblis itu menempelkan pedang itu di punggung saya sambil berpesan:”Ingatlah aku selalu, sebab aku adalah OMPUNG(Nenek) yang sangat sakti”. Saat itu saya tanyakan”Apakah engkau adalah Yesus Kristus?”Saat itu, pada detik ucapan”Yesus Kristus” keluar dari mulut saya, maka kelihatan sekali iblis begitu sangat terkejut dan iblis itu secepat kilat membalikkan dari saya dan menghilang sekejap mata. Saya pun sadar akan Firman Tuhan, bahwa dengan nama Yesus Kristus, iblis dapat diusir seperti tertulis dalam injil Markus 16:17. Setelah iblis menghilang, datanglah ular naga yang sangat besar dan mau menelan saya. Dengan kekuatan yang besar dan kegesitan yang hebat yang timbul dari diri saya.Sesudah itu seekor lipan yang besar dapat saya kalahkan
Juga seekor harimau menyerang saya tapi dengan sangat mudah saya dapat mengalahkannya. Sehingga saya dapat melawan 20 orang dalam perkelahian dan timbullah perasaan sombong yang besar dalam diri saya karena kemenangan-kemenangan tersebut dan dalam sekejap mata semua pandangan berubah dan saya sadar kembali setelah di rumah ternyata yang saya lihat tadi adalah lusifer si iblis yang besar yang sudah dicampakkan dari surga.
Kuasa iblis begitu besar sehingga mata saya dapat menembusi langit sampai langit yang ketujuh saya melihat langit terbuka bergulung-gulung sampai pada lapisan ketujuh.
Saya dapat melihat di udara ada sentral telekomunikasi dari iblis penghulu kegelapan di udara dengan alat-alat yang serba modern dan dapat mengirim dan menerima berita ke seluruh penjuru dunia dan dapat menerima berita dari penjuru alam bumi. Agennya disertai dengan warna warni lampunya yang sangat indah sekarang barulah saya mengerti bahwa si bolis/iblis adalah raja kegelapan yang menguasai udara seperti kenyataan firman Tuhan dalam Efesus 6:12.
Begitu kuasa si bolis/iblis menguasai saya sehingga saya dapat(dua lapis Pamonggar manusia-manusia cantik timbul di gumpalan-gumpalan awan kadang-kadang arwah orang-orang mati itu muncul dan saya dgn mata jasmani itu dapat mengenal mereka lalu menghilang lagi.
Juga kalau saya berjalan kadang-kadang dikawal panah-panah oleh banyak orang yang saya lihat mereka berjubah hitam tapi mereka tidak tampak dengan jelas kadang-kadang waktu saya berjalan dengan istri saya terlihat pengawal-pengawal si bolis/iblis yang mengiring kami sehingga saya berkata kepada istri saya supaya berhati-hati dalam perjalanan agar jangan menabrak mereka dan istri saya berteriak ketakutan sebab dia(istri saya)tidak melihat mereka dengan jelas.
Kalau ada embun sewaktu saya berjalan maka sayadapat melihat bentuk-bentuk manusia yang muncul dari embun-embun tersebut itulah roh-roh jahat yang begitu banyak di mana-mana. Karena itu firman Allah bersabda Hendaklah kamu berdoa dengan tidak berkeputusan(1 tes.5:17) dan Luk 18:1 yang bunyinya:”Kamu berdoa senantiasa dengan tidak jemu-jemu”.
Karena saya berjalan selalu dikelilingi oleh panah-panah berapi yang siap untuk membela saya, dan itu membuat saya bangga dan sangat menyembah si bolis/Iblis itu. Itulah sebabnya Firman Tuhan berkata dalam Episus 6:16:”Dengan perisai kamu dapat memadamkan smua panah berapi dari si jahat:.Karena itu hendaklah tiap kita harus ada di dala Kristus.
Iblis begitu sangat menguasai saya sehingga setiap orang yang menatap muka saya pasti menundukkan kepalanya, dan itu membuat saya sangat bangga. Dengan demikian saya jatuh ke dalam dosa kesombongan. Puji Tuhan/Haleluyah, sebab sekarang saya sudah mengerti Kuasa Kristus.
Sebelum saya diselamatkan oleh Yesus Kristus, maka saya sangat percaya dan membanggakan motto Batak yang dalam bahasa Bataknya berbunyi: “TAPUL BULUNG SIHALA LOMAK_LOMAK BULUNG NI OPU_OPU, MANUPAK OMPUTA DEBATA MANUGARI SAHALANI OMPU”, Yaitu percaya pada arwah-arwah/roh-roh nenek moyang yang sudah meninggal yang dipercayai bahwa dapat memohonkan pada Tuhan agar kami yang masih hidup di dunia ini boleh mendapat berkat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ini adalah kepercayaan saya yang sangat memperbudak saya secara rohani dan terlalu banyak manusia yang sampai hari ini masih diikat oleh kepercayaan yang sedemikian. Sekarang barulah saya dapat mengerti bahwa hanya Yesus Kristus sajalah satu-satunya JuruSelamat manusia.
Di samping saya percaya pada Yesus Kristus, saya juga percaya pada roh-roh nenek moyang yang biasa disebut dengan bahasa Batak: SAHALANI OMPU, TONDI, SIMANGOTNI OMPU. Saya selalu mempersembahkan makanan di rumah untuk menyembah roh-roh nenek moyang yaitu memberi ikan, ayam jarum mbosi, ayam merah sialtong, ayam jarum bosi dicampur itak, pohul-pohul, acimun, pisang, dan menaruh sirih di kuburan untuk menghormati orang mati. Cara-cara seperti ini adalah adat istiadat kekafiran yang perlu diberantas, sesuai benar dengan Firman Tuhan dalam Injil Markus 7:6-9.
Saya menjadi dukun oleh karena rantai kuasa gelap yang sudah ada sejak nenek-nenek saya yang adalah juru dukun yang belum diputuskan oleh kuasa Yesus Kristus. Ini saya alami sendiri, sebab saya menjadi dukun bukan karena belajar dukun, tetapi dengan sendirinya. Sesuai Firman Allah mengenai kutuk bagi orang yang khusus menyembah berhala yaitu dalam kitab Keluaran 20:4-6.
Hal ini harus ada dalam pelayanan pribadi untuk diputuskan rantai ini dalam Nama Yesus Kristus . Ini sukar dimengerti dengan akal manusia biasa, sebab inilah rahasia penipuan iblis yang begitu halus. Hanya oleh pimpinan Roh Kudus yang akan jelas diketahui dengan terang Firman Allah.
Pujilah Tuhan karrena sejak aku terima Yesus Kristus, rantai itu diputuskan, seperti sabda Kristus pada orang-orang yang melepaskan pengikat-pengikat Lasarus yang dibangkitakan oleh Yesus dalam injil Yohanes 11:44.
Puji Tuhan sebab saya dilepaskan oleh kasih dan kuasa Yesus Kristus di Pekan Baru Riau pada tanggal 20 Februari 1979. Itulah hari kemerdekaan saya dari kuasa kegelapan.Tanggal berapakah saudara-saudara dilepaskan oleh Yesus Kristus?Ingatlah jangan terlambat!
Saya menjadi dukun serta menolong mengobati orang-orang sakit dan menyembuhkan penyakit-penyakit saraf dan lain-lain dengan tidak menerima upah atau balas jasa apapun, sehingga saya berpendapat bahwa saya bukan seorang dukun. Bila saya mendengar perkataan-perkataan bahwa saya adalah seorang dukun, maka saya sangat marah. Sebab saya berpikir bahwa saya menolong sesama. Apalagi sudah berulang-ulang saya bertanya kepada Bapak Pendeta dan Penatua/Sintua mengenai penglihatan-penglihatan dan pelayanan saya yang sangat baik itu. Maka dijawab bahwa itu talenta dan karunia-karunia Roh Kudus, sehingga mendorong saya untuk bersungguh-sungguh mengerjakan dan melaksanakan semua kehendak iblis yang menyatakan diri sebagai malaekat terang. Saya tidak bisa menyalahkan Pendeta-pendeta dan Sintua-sintua yang dulu pernah bertanya, karena mereka juga tidak mengerti dengan jelas betapa lihainya kuasa dan tipuan Sibolis/Iblis itu.
Selama bertahun-tahun saya menjadi dukun dan agen setia dari iblis, maka kehidupan rumah tangga saya tidak bahagia tidak bahagia/tidak tenteram dan tidak aman, sebab saya selalu bertengkar dengan istri dan anak-anak saya. Jika ada sesuatu yang salah dalam rumah, saya juga sering menampar isteri atau anak-anak saya, bahkan meja makan atau lemari-lemari saya gulingkan. Maka hancurlah semua piring dan gelas-gelas, sehingga makin kacaulah keadaan kami sekeluarga. Saya selalu tidak jujur terhadap isteri dan terhadap anak-anak. Dalam masalah keuangan saya atur sendiri, tak pernah semua uang saya berikan kepada isteri. Setiap kata yang menyinggung hati dan perasaan saya akan menjadi alasan untuk bertengkar dan menempeleng istri. Iblis selalu menarik saya ke tempat-tempat yang najis dan hiburan-hiburan duniawi.
Tetapi puji Tuhan dalam nama Yesus Kristus, karena setelah saya saya dilepaskan oleh Yesus Kristus, maka ada damai dan ketentraman dalam keluarga. Saya sangat mencintai isteri saya dan sangat menyayangi anak-anak saya. Tiap pagi dan malam kami duduk membuat persekutuan membaca Firman Tuhan dan bernyanyi memuji Tuhan bersama dan sesudah itu bersalam-salaman dan berciuman sebagai tanda kasih yang diberikan oleh Kristus. Dulu saya selalu mengantuk kalau mendengar Firman Tuhan atau mengantuk kalau mau membaca Alkitab di Gereja.
Tetapi sekarang semua itu sudah lenyap dan kegairahan membaca dan mendengar Firman Tuhan semakin hari semakin bertambah seperti Firman Tuhan berkata dalam II Kor. 5:17.
Bagaimana saya lalai berdoa dan lalai membaca atau mendengar Firman Tuhan, serta lalai bersekutu dengan anak-anak Tuhan dan lalai menyaksikan Injil Kristus, maka si Bolis/Iblis itu datang menyerang saya dan mengajak untuk berunding dengan dia. Itu sebabnya saya berjanji untuk tetap setia dan bersaksi karena Kuasa Yesus Kristus dan Kasih Tuhan terhadap saya dan keluarga saya. Baru sekarang saya mengerti kata Rasul Paulus dalam I Kor.9:16.
Itulah sebabnya seetiap saat saya harus peka terhadap pimpinan suara Roh Kudus, sehingga apa saja yang Roh Kudus katakan yang sesuai dengan isi Alkitab, saya harus laksannakan apapun yang terjadi sebab saya dulu sangat peka dan setia melakukan kehendak iblis, maka sekarang saya harus lebih seetia lagi dan taat empat kali ganda melakukan kehendak Tuhan Yesus Kristus. Bukan untuk diselamatkan, tetapi karena sudah diselamatkan, sebagai ungkapan terima kasih dan syukur. Puji Tuhan. Saya ingat Firman Tuhan dalam Yohanes 15:27:”Tetapi kamu(Edison Sinaga) juga harus bersaksi tentang Aku(Yesus Kristus), karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku”. Saya mohon agar setiap Saudara seiman di mana mana tolong doakan saya dalam melaksanakan kehendak Tuhan di mana saja saya berada.

Sesuai Firman Allah dalam II Tim. 4:1-2.
Inilah dasar di mana saya pasti akan bicara tentang Nama dan Injil Kristus di mana saja dan kapan saja.
Walaupun pasti ada saudara yang akan tersinggung atau menganggap bahwa itu tidak benar. Sebab dulu saya tidak malu melakukan kehenndak si bolis/Iblis di mana saja dan kapan saja, maka sekarang bersama Yesus Kristus Raja dan Hakim yang akan datang, saya tidak akan takut dan malu. Sesuai juga Rroma 1:16. Pertama-tama orang Yunani(Batak) Indonesia dan lain-lain. Saya(Edison Sinaga) tidak mungkin akan diam menyatakan Injil sebab Injil harus diberitakan kepada setiap orang, seperti nyata dalam Kolose 1:28.
Saya terbeban untuk melayani dan memberitakan Injil dan mendoakan setiap pribadi. Saya sendiri bertahun-tahun menjadi anggota Gerreja, dan lahir sudah menjadi orang Kristen, tetapi saya disembuhkan dari penyakit rohani, diselamatkan dari Neraka masuk ke Surga pada 20 Februari 1979.
Firman Allah dalam Injil Yohanes 1:12.
Saya ditangkap Tuhan Yesus karena kuasa Firman, kuasa doa dan Tuhan Yesus Kristus kepada Hamba-Nya DR.P.Octavianus sehingga roh jahat menyekat saya keluar dalam Nama Yesus Kristus yang penuh kuasa itu dan yang penuh kasih. Jelas sekali sabda Yesus Kristus bahwa Dialah Jalan Kebenaran dan Hidup yang nyata dalam Yahya 14:6. Di sini jelaslah bahwa Yesus Kristus saja yang dapat menyelamatkan, bukan siapa-siapa, atau bukan Gereja, bukan Agama, bukan roh nenek moyang, bukan roh jahat Parimbulu Bosi dan lainnya, tetapi hanya Yesus Kristus saja.
Inilah dasar dan ayat pegangan setiap orang yang percaya dan menerima Yesus Kristus masuk dalam hati hati dan kehidupannya pribadi, sehingga menjadi jaminan kepastian keselamatan baginya. Karena Allah setia dan taat janji-Nya. Karena itu saya menghimbau dalam Nama Yesus Kristus bagi setiap orang agar menerima Yesus Kristus masuk dalam hati sesuai janjinya.
Saudara-saudara yang kekasih dalam Yesus Kristus.
Perrmohonan saya supaya jangan ada lagi Pendeta-pendeta atau Penatua-penatua, Sintua-sintua atau Jemaat-jemaat Kristen yang percaya pada roh-roh jahat yang merupakan malaekat terang seperti yang saya alami. Jangan ada lagi DATU-DATU KRISTEN(demikian bahasa dan istilah Batak), ingatlah wahyu 1:8 dan Galatia 5:19-21. Bangunlah dan bersiaplah karena setiap saat Saudara dan saya untuk menghadap Tuhan dan harus bertanggung jawab kepada Tuhan sesuai Roma 14:12.
Terimalah Yesus Kristus sekarang, dan jikalau ada Saudara yang membaca kesaksian ini dan tahu dengan jelas, atau masih ragu-ragu tentang keselamatannya, saya undang saudara menerima Kristus dalam hatimu sekarang dan marilah kita berdoa:”Ya Allah Bapa di surga, Engkau mengasihani saya dalam Yesus Kristus dengan kematian Kristus di atas salib di Golgota. Saya mengaku bahwa saya orang berdosa. Ampuni dosa saya ya Yesus Kristus. Saya buka hati saya, silahkan masuk Tuhann dan selamatkan saya.
Dalam Nama Yesus Kristus saya berdoa.

Sumber: ilmu Hitam dan ilmu putih
Oleh Pondsius dan Susanna Takaliuang
Diterbitkan oleh Departemen Pekabaran injil YPPII
@copyrigth 1992

Wednesday, April 13, 2005

Keluarga Kudus

KELUARGA KUDUS (Mat 2:13-15.19-23)
Rekan-rekan yang berbahagia!
Injil yang dibacakan dalam perayaan Keluarga Kudus kali ini ialah Matius 2:13-15.19-23. Kisahnya sudah banyak dikenal. Atas suruhan malaikat lewat sebuah mimpi, Yusuf membawa Yesus dan Maria menyingkir ke Mesir menghindari tangan kejam Herodes yang mau membunuh. Petunjuk malaikat dengan cara yang sama membuatnya kembali bersama keluarganya. Sekali lagi di tanah asalnya kisikan dalam mimpi membawanya pindah ke utara, dan menetap di Nazaret di Galilea. Matius menggambarkan riwayat sebuah keluarga yang bisa dikatakan terlunta-lunta tetapi yang sekaligus disertai lindungan ilahi.
MEMBACA KISAH MASA KECIL YESUS
Boleh dikatakan, membaca Kisah Masa Kecil Yesus memiliki seninya tersendiri. Pokok-pokok yang dikisahkan dapat dan bahkan perlu dibayangkan dengan cara yang cukup bebas. Kita juga biasa menggambarkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita itu. Cara ini bahkan sudah menjadi motif seni lukis dan pementasan selama berabdad-abad. Dari keempat penginjil hanya Matius dan Lukaslah yang mengisahkan masa kecil Yesus. Kedua Injil ini berbicara kepada orang-orang yang sudah mulai mengenal Yesus (lewat Markus) dan kini mau mengerti apa artinya menjadi muridnya dengan mendalami asal usulnya, keluarganya, masa kecilnya. Nanti akan tiba saatnya murid akan berbagi kehidupan rohani dengan Yesus sendiri, berbagi sangkan paran dengannya. Itulah saatnya Injil Yohanes dapat membantu lebih jauh. Di situ tidak lagi ada kisah masa kanak-kanak.
Dalam upaya membaca secara kreatif itu tadi dapat kita bayangkan tokoh-tokoh yang berperan dalam kisah Yusuf bersama Maria dan Yesus mengungsi ke Mesir, kemudian pulang dan menetap di Galilea. Ada empat tokoh, yang pertama ialah malaikat yang menampakkan diri dalam mimpi, kemudian Yusuf, dan "Anak serta ibunya", akhirnya "Herodes, ayah dan anak". Boleh jadi di antara rekan ada yang heran mengapa "Ibu dan anak" dianggap satu tokoh dan bukan dua. Di situlah kita perlu mengikuti cara bercerita Matius dengan teliti dan berusaha memahami maksudnya. Bila kita baca dari dekat ayat 13, 14, 20, 21, Yesus dan Maria kedua-duanya selalu disebutkan bersama. Mereka tidak dapat dipisahkan. Jadi Matius menampilkan mereka sebagai satu tokoh dengan "dua sisi".Memang penokohan seperti ini hanya muncul dalam hubungan dengan tindakan Yusuf yang mengikuti petunjuk malaikat, yakni membawa mereka mengungsi, membawa mereka kembali. Bagaimanapun juga kita diajar Matius untuk membayangkan Yesus kanak-kanak dan Maria, yang hanya disebut sebagai "ibunya", sebagai kesatuan, sebagai satu pribadi yang tak terpisahkan. Namun lebih penting lagi, "anak dan ibunya" itu ditampilkan Matius sebagai tokoh yang dilindungi oleh daya-daya langit dengan cara yang amat manusiawi, dengan memakai kesahajaan orang seperti Yusuf.
Kekuatan jahat dipertokohkan dengan sosok yang memiliki "dua sisi" juga, yakni Herodes dan anaknya. Namun kekuatan ini tidak dapat berbuat banyak. Bukan tanpa maksud Matius menggambarkan Herodes ayah-anak itu sebagai kekuatan gelap yang turun-temurun yang mau merusak dan menghancurkan kehadiran Allah di antara manusia. Menyadari hal itu dapat membuat kita mengerti gerak gerik kehadiran kekuatan yang jahat di dunia ini: terus-hadir, memakai kekuasaan dan menungganginya untuk memusuhi kemanusiaan. Tidak lagi penting lagi siapa persisnya yang membadankan kuasa ini. Yang mencolok ialah perkaranya, kegiatannya. Kekuatan jahat bisa memakai orang ini atau orang itu, Herodes yang dulu atau anaknya, Arhkelaus. Sekarang pun masih ada dalam macam-macam bentuknya yang hanya dapat dikenal oleh orang yang jeli batinnya seperti Yusuf.
Kesahajaan Yusuf membuat kekuatan jahat itu tidak bisa berbuat banyak walau kuasa mereka tidak dipunahkan. Sekaligus kesahajaan orang seperti Yusuf itu menjadi kebijaksanaan yang menyelamatkan. Yusuf paham situasi zaman. Matius menyiratkan hal ini dengan cara diam-diam pada ayat 22. Dikatakannya bahwa Yusuf mendengar bahwa yang menjadi raja di Yudea ialah anak Herodes, dan kemudian disebutkan ia takut ke sana. Dengan segala sisi kemanusiaannya, termasuk rasa takut juga, Yusuf mampu membaca gerak-gerik daya-daya yang luar biasa itu. Ia pandai membaca tanda-tanda ke mana kekuatan jahat mengarah. Namun lebih dari itu ia mahir mengenal bimbingan ilahi dan dapat menurutinya. Dan bimbingan ilahi datang sesuai dengan kejelian Yusuf. Pada ayat 22 itu tidak lagi diceritakan malaikat tampak kepadanya dalam mimpi dan memberitahu apa yang mesti dikerjakannya. Ketika Yusuf sudah melihat makna suatu perkembangan baru, maka hanya disebutkan ia "dinasehati dalam mimpi". Matius seolah-oleh hendak menyarankan, kini Yusuf sudah jadi orang yang peka bimbingan dari atas. Ia orang yang tahu apa yang mesti diperbuat. Dan memang yang dikerjakannya itu sejalan dengan yang diisyaratkan dari dunia keramat tadi.
Dari satu sudut pandang tertentu memang Yusuf ditampilkan sebagai tokoh buat-buatan yang dimunculkan untuk memudahkan orang memahami cara Tuhan melindungi "anak dan ibunya" tadi. Namun bila dibaca dengan minat mengerti kemanusiaan, dengan merasa-rasakan apa yang bisa jadi dialami Yusuf, akan tampil seorang tokoh Yusuf yang sungguh nyata, yang berhasil menjalani liku-liku kehidupan dengan bimbingan ilahi menghindari jatuh ke dalam pengaruh yang jahat. Yusuf itu "orang pintar" yang ideal, tokoh kebatinan yang berpijak di bumi. Dia itu seperti Yusuf di Mesir yang pandai membaca arti mimpi, juga seperti Daniel si bijak yang akrab dengan dunia malaikat. Memang Matius berbicara kepada pembaca yang tahu alam pikiran Perjanjian Lama. Mereka itu segera menangkap maksudnya.
NONTON PASAR MALAM DI PIAZZA NAVONA
Malam minggu kemarin Matt mengajak saya melihat Piazza Navona dan ikut berdesak-desakan nonton pasar malam persiapan Natal. Kami berhasil menembak dua hadiah, ia dapat yoyo bernyala byar pet dan saya dapat boneka nenek sihir buat perayaan Befana nanti. Kami kemudian duduk ngiras vino cotto penghangat malam di musim dingin ini. Kayak minum wedang jahe.
GUS: Matt, kenapa kau buat cerita keluarga kudus itu mengungsi ke Mesir dan balik lagi?
MATT: Dalam ayat 15 kan kujelaskan, ini supaya digenapi yang difirmankan Tuhan dalam Hos 11:1, "Dari Mesir Kupanggil anak-Ku!"
GUS: Kalau boleh kutebak, kau itu waktu inget Musa dan umat yang dipimpinnya kan? Dan menerapkannya kepada Yesus, ya ndak?
MATT: Ekseget! Tapi kalian juga musti tekankan, dulu Musa dan orang-orang yang dibawanya itu rombongan penakluk tanah terjanji. Sekarang ini cuma satu keluarga kecil yang sering kalian orang modern gambarkan sebagai Yusuf yang sedang menuntun keledai yang dinaiki Maria yang menggendong anaknya.
GUS: Jadi sekarang bukan lagi perkara menaklukkan tanah terjanji dengan pekik kemenangan, tapi menampilkan sosok kemanusiaan yang membiarkan diri dibimbing kekuatan ilahi menjauhi yang jahat?
MATT: Bener! Aku cuma mau mencatat gambaran orang dulu mengenai keluarga yang kalian rayakan sekarang sebagai keluarga kudus. Dalam usia waktu itu Yesus belum tampil sebagai dirinya sendiri. Ia masih perlu dibesarkan ibunya. Maka dia kusebut dalam hubungan dengan ibunya. Tapi setelah agak besar ia akan diasuh bapa keluarga, siapa itu tak penting, apa ayahnya atau orang yang menjalankan peran itu.
GUS: Dan kau mau menekankan Yusuf itulah yang mengasuh dan membesarkannya?
MATT: Ya, juga untuk menunjukkan siapa Yusuf itu. Dari dialah nanti Yesus akan mendapat banyak. Belajar mengenal dunia, belajar mengenal BapaNya di surga. Belajar memperhatikan orang-orang lain seperti Yusuf sendiri.
GUS: Tapi, Matt, apa bisa dikatakan bagi orang zaman sekarang bahwa tokoh Yusuf sendiri sebenarnya bukan pusat pengisahan. Yang mau kautonjolkan kan peranannya sebagai pengasuh. Jadi dengan kepolosan seperti yang ada pada Yusuf itu, siapa saja bisa ikut membesarkan kehadiran yang ilahi, merawatnya dengan penuh perhatian. Ulah batin katakan saja begitu.
MATT: Dan itulah kebijaksanaan yang masih bisa berlaku bagi orang zaman apa saja. Yes, an appeal to humanity, nothing is more convincing than that, my friend. Dari situ baru bisa orang mulai omong tentang yang di surga sana.


Dan malam itu kami pun ngobrol mengenai apa saja. Beberapa kenalan mengenali kami dan ikut nimbrung mempersiapkan homili di tengah keramaian pasar malam. Asyik. Malam itu di rumah saya bolak-balik membayangkan cara Matt membicarakan kisah-kisah keluarga kudus yang disusunnya itu. Dia yang bertampang tradisional, ngikut establishment, itu sebenarnya orang yang berpikir merdeka tapi juga yang amat menghormati sudut-sudut keramat dalam kehidupan ini. Ternyata dengan cara yang tak habis saya mengerti itu Matt mampu menampilkan Yusuf sang Pendiam itu sebagai orang pintar yang besar peranannya.
Salam hangat,
A. Gianto
sumber : http://mirifica.net/wmview.php?ArtID=1266&page=3

Monday, April 11, 2005

Let's TALK ABOUT God

Seorang profesor filsafat yang ateis tengah membahas permasalahan yang ada dalam ilmu sains tentang Tuhan. Dia meminta salah seorang siswa barunya untuk berdiri dan..Profesor : Apakah kamu seorang Kristen?
Siswa : Ya, pak.
Prof. : Kamu percaya Tuhan?
Siswa : Tentu saja, pak.
Prof. : Apakah Tuhan baik?
Siswa : Pasti.
Prof : Apakah Tuhan maha kuasa?
Siswa : Ya.
Prof : Kakak saya meninggal karena kanker padahal dia berdoa agar Tuhan menyembuhkannya. Kebanyakan dari kita akan berusaha menyembuhkan sesama kita yang sakit. Tetapi Tuhan tidak. Apakah ini berarti Tuhan baik? Hmm?
(Siswa ini terdiam.)
Prof : Kamu tak dapat menjawabnya, kan? Mari kita ulangi lagi, anak muda. Apakah Tuhan baik?
Siswa : Ya.
Prof : Apakah setan baik?
Siswa : Tidak.
Prof : Setan berasal dari mana?
Siswa : Dari .. Tuhan ..
Prof : Itu betul. Katakan padaku, apakah ada setan dan kejahatan di dunia ini?
Student : Ya.
Prof : Kejahatan ada di mana-mana, betul? Dan Tuhan menciptakan segalanya. Benar?
Siswa : Ya.
Prof : Jadi siapa yang menciptakan kejahatan?
(Siswa ini tidak menjawabnya.)
Prof : Apakah ada penyakit? Kemerosotan moral? Kebencian? Kejelekan? Semua hal-hal buruk ini ada di dunia, benar?
Siswa : Benar, pak.
Prof : Jadi, siapa yang menciptakan itu semua?
(Siswa ini kembali terdiam.)
Prof. : Ilmu pengetahuan mengatakan manusia memiliki 5 indera untuk mengidentifikasi dan mengamati lingkungan sekitarnya. Katakan padaku, ... Apakah kamu pernah melihat Tuhan?
Siswa : Tidak, pak.
Prof. : Ceritakanlah, apakah kamu pernah mendengar Tuhanmu?
Siswa : Tidak, pak.
Prof. : Apakah kamu pernah merasakan Tuhanmu, mengecap Tuhanmu, mencium Tuhanmu? Apakah kamu pernah mengalami keberadaan Tuhan melalui segala persepsi sensormu?
Siswa : Tidak, pak. Saya belum pernah mengalaminya.
Prof. : Tetapi kamu masih mempercayaiNya?
Siswa : Ya.
Prof. : Menurut prosedur pengamatan, pengujian, pembuktian, ilmu pengetahuan mengatakan Tuhanmu tidak ada. Apa pendapatmu?
Siswa : Tidak ada. Saya hanya memiliki iman saya.
Prof. : Ya. Iman. Dan itulah permasalahan bagi ilmu pengetahuan.
Siswa : Professor, apakah panas itu ada?
Prof. : Ya.
Siswa : Dan apakah dingin itu ada?
Prof. : Ya.
Siswa : Tidak, pak. Tidak ada seperti itu.
(Ruang kuliah itu menjadi sangat sunyi saat Sang Profesor mulai tersudut oleh pertanyaan siswa ini.)
Siswa : Pak, Anda dapat memiliki beberapa jenis panas, bahkan lebih panas, super panas, mega panas, panas putih, sedikit panas atau keadaan tanpa panas. Tetapi tidak ada yang namanya dingin. Kita dapat menempuh 458 derajat di bawah nol, yaitu keadaan tanpa panas, tetapi kita tidak dapat melampaui dari batas itu. Dingin itu tidak ada. Dingin hanya perkataan yang kita gunakan untuk menggambarkan suatu keadaan dimana tidak ada panas. Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah kebalikan dari panas, pak, hanya suatu keadaan dimana tidak ada panas.
(Siswa lainnya terdiam tanpa sepatah katapun.)
Siswa : Bagaimana dengan kegelapan, Profesor? Apakah kegelapan itu benar-benar ada?
Prof. : Ya. Apalah arti malam bila tidak gelap?
Siswa : Anda salah lagi, pak. Kegelapan adalah absennya sesuatu. Anda punya pencahayaan rendah, pencahayaan normal, pencahayaan terang, pencahayaan yang berkedip...Tetapi bila Anda secara konstan tidak memiliki pencahayaan, Anda tidak memiliki apa-apa dan itulah yang disebut dengan kegelapan, betul? Pada kenyataannya, bukan begitu. Apakah Anda dapat membuat kegelapan menjadi lebih gelap?
Prof. : Jadi apa maksudmu, anak muda?
Siswa : Pak, maksudku dasar filosofi Anda kurang tepat.
Prof. : Kurang tepat? Bisa kamu jelaskan?
Siswa : Pak, Anda mengajar dengan dualitas. Anda berargumen tentang adanya kehidupan lalu mengajar tentang adanya kematian, adanya Tuhan yang baik dan Tuhan yang jahat. Anda memandang Tuhan sebagai sesuatu yang dapat kita ukur. Pak, ilmu pengetahuan bahkan tidak dapat menjelaskan sebuah pemikiran. Ilmu ini memang menggunakan listrik dan magnet, tetapi tidak pernah seorangpun yang melihat atau benar-benar memahami salah satunya. Untuk menilai kematian sebagai kondisi yang berlawanan dengan kehidupan sama saja dengan melupakan fakta bahwa kematian tidak bisa muncul sebagai suatu hal yang substantif. Kematian bukanlah kontradiksi dari hidup, hanya keadaan dimana tiada kehidupan saja. Sekarang katakan padaku, Profesor. Apakah Anda mengajarkan siswa-siswa Anda bahwa mereka berevolusi (Siswa berasal dari kera)?
Prof. : Jika yang kamu maksudkan adalah proses evolusi alami, ya, tentu saja, aku mengajarkannya.
Siswa : Apakah Anda mengamati evolusi itu dengan mata Anda sendiri, pak?
(Sang Profesor menggelengkan kepala dan tersenyum, tampaknya ia mulai menyadari arah pembicaraan ini.)
Siswa : Karena tidak seorang pun pernah mengamati proses evolusi bekerja dan bahkan tidak dapat membuktikan bahwa proses ini tengah berlangsung, apakah Anda tengah mengajarkan pendapat pribadi Anda? Apakah Anda seorang ilmuwan atau penceramah?
(Suasana kelas menjadi gaduh.)
Siswa : Apakah ada dari kelas ini yang pernah melihat otak Profesor?
(Suara tawa para siswa memenuhi ruang kelas itu.)
Siswa : Apakah ada orang yang pernah mendengar otak Profesor, merasakannya, menyentuhnya atau menciumnya? Tampaknya tak seorang pun pernah melakukannya. Jadi, menurut prosedur pengamatan, pengujian dan pembuktian yang disahkan, ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki otak, pak. Dengan segala hormat, pak, bagaimana kami dapat mempercayai pengajaran Anda?
(Ruangan itu sunyi. Sang profesor menatap siswa ini, wajahnya menunjukkan dia tidak menduga siswa ini akan berkata demikian.)
Prof. : Saya kira kamu harus mempercayainya, nak.
Siswa : Itulah, pak. Hubungan antara manusia dan Tuhan adalah IMAN PERCAYA. Hanya itu yang membuat segala sesuatunya bergerak dan
hidup.

sumber: www.cerita-kristen.com

Sunday, April 10, 2005

Kerendahan Hati

Belajar Hidup Dalam Kerendahan Hati
Oleh : Sunanto
Mat 11:29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”Belum lama ini saya membaca sebuah buku tentang kerendahan hati karangan Andrew Murray, seorang hamba Tuhan besar di abad lalu. Winkie Pratney dalam kata sambutannya untuk buku itu mengatakan bahwa kerendahan hati masih merupakan salah satu kebutuhan terbesar dalam zaman kita. Begitu banyak buku yang membahas tentang kunci hidup sukses dan diberkati, tapi hanya sedikit yang menempatkan kerendahan hati sebagai syarat untuk mencapai kesuksesan sejati.Kerendahan hati seharusnya menjadi tujuan dan sasaran dalam hidup kekristenan kita sebab itulah kunci untuk menemukan kebahagiaan dan kedamaian sejati.Dalam bahasa Yunani kerendahan hati dituliskan dengan kata ‘praios’ (terjemahan b.Inggris: meek) yang mana berarti juga lemah lembut. Kata praios juga dipakai dalam salah satu tema kotbah Yesus di bukit (beatitudes) yaitu berbahagialah orang yang lemah lembut (praios), karena mereka akan memiliki bumi. Para teolog yang ahli bahasa aram (bahasa yang Yesus gunakan) memperkirakan maksud Yesus dengan lemah lembut (meek) di sini adalah seseorang yang menyerah kepada Allah.Kerendahan hati memang erat kaitannya dengan peyerahan dan ketergantungan total kepada Allah.Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus menuliskan tentang buah Roh yang salah satunya adalah kerendahan hati/kelemahlembutan (praios, praiotes). Jadi ternyata kerendahan hati juga merupakan salah satu bagian dari buah Roh. Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah memiliki buah Roh termasuk salah satunya buah kerendahan hati/kelemahlembutan.Yesus merupakan tedadan utama kita dalam mempelajari hidup dalam kerendahan hati. Selama hidupNya di dunia ini, Yesus selalu berjalan dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada Bapa.Oleh karena itu pelayananNya membawa pengaruh yang begitu besar dan tidak dapat tertandingi oleh siapapun manusia yang pernah hidup di dunia. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa maka dunia ini sudah dikuasai oleh kesombongan dan keangkuhan hidup. Yesus datang dengan bersenjatakan kerendahan hati untuk mengalahkan dan menaklukkan kesombongan tersebut. Kesombongan hanya dapat dikalahkan oleh kerendahan hati.Walaupun Yesus merupakan anak Raja dari segala Raja namun Ia memilih untuk lahir di kandang yang hina. Lalu Ia juga memilih untuk dilahirkan sebagai anak tukang kayu yang mana bukan pekerjaan terhormat. Selama 30 tahun, Ia juga bekerja sebagai tukang kayu walaupun sebenarnya Ia bisa saja melayani sejak remaja sebab kemampuan dan hikmatNya sudah memungkinkan untuk itu. Namun dengan sabar Yesus menunggu dalam kerendahan hati sampai waktunya (kairos) telah tiba bagi Dia untuk melayani sebagai anak Allah. Salah satu definisi dari kerendahan hati adalah kerelaan untuk mengalami hinaan dan tidak dikenal.Pada masa-masa terakhir hidupNya di dunia ini, Yesus membasuh kaki murid-muridNya sebagai lambang kerelaanNya untuk melayani dan menjadi hamba bagi orang lain. Yesus mengatakan kepada para muridNya sebagaimana Aku membasuh kakimu maka kamu wajib saling membasuh kaki yang mana berarti harus saling melayani dan merendahkan diri. Selain berarti kerelaan untuk tidak dikenal, kerendahan hati juga berarti kerelaan untuk melayani dan menjadi hamba bagi orang lain Kita wajib saling melayani satu dengan yang lain dalam kerelaan bila ingin hidup dalam kerendahan hati. Salah satu bentuk saling melayani tersebut adalah dengan saling mendoakan satu dengan yang lain.Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (1Ptr 5:6). Syarat untuk mendapatkan promosi/peninggian dari Allah adalah hidup dalam kerendahan hati. Bila kita hidup dalam kerelaan untuk tidak dikenal dan melayani orang lain maka Tuhan akan meninggikan kita pada waktunya. Promosi yang sejati datang dari Tuhan bukan dari manusia. Bila Tuhan sendiri yang mempromosikan kita maka tidak ada satupun manusia yang dapat menghalangiNya.Selain itu hidup dalam kerendahan hati juga akan membuat hidup kita berhasil dan dipenuhi berkat.Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah (Mzm 37:11). Walaupun bangsa kita sedang dirundung krisis yang sepertinya tiada berujung namun bila kita hidup dalam kerendahan hati maka kita akan mewarisi negeri ini dan menikmati kesejahteraan yang berlimpah-limpah. Jaminan kita bukan datang dari manusia tetapi datang dari Allah. Tuhan tidak akan pernah gagal menepati janjiNya sebab Ia tidak bisa gagal.Bill Gothard mengatakan setiap pagi ia membiasakan diri merendahkan dirinya dalam doa kepada Tuhan. Setiap pagi ia mengakui kelemahan dan ketidaklayakannya kepada Tuhan.Bill berkata, “Bila Saya tidak merendahkan diri maka akan ada orang yang dengan senang hati akan merendahkan saya “. Daripada direndahkan lebih baik kita merendahkan diri di hadapan Tuhan.Segala sesutu yang kita lakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan kita. Kebiasaan-kebiasaan dalam hidup kita itulah yang disebut karakter kita. Bila kita membiasakan diri untuk hidup dalam kerendahan hati maka lambat laun kita akan memiliki karakter kerendahan hati. Kerendahan hati bukanlah sebuah karunia Roh melainkan karakter yang harus terus dilatih.Beberapa waktu belakangan ini saya mulai membiasakan diri merendahkan diri setiap pagi dihadapan Tuhan. Setiap pagi saya mengakui kepada Tuhan semua kelemahan dan ketidakberdayaan saya.Saya mengakui dalam doa betapa saya ini lemah dan rentan terhadap dosa karena masih tersusun dari darah dan daging. Saya memohon kasih karunia dan kekuatan kepada Tuhan agar sepanjang hari bisa hidup dalam kekudusan dan kebenaran. Setelah melakukan kebiasaan itu, saya merasakan adanya sebuah kemenangan dan lebih mudah untuk hidup dalam kekudusan sepanjang hari.Bukan berarti setelah itu tidak ada lagi pencobaan dan godaan tetapi tersedia anugerahNya yang memberikan kekuatan untuk mengatasi setiap pencobaan yang datang.Kita semua sebenarnya layak binasa karena dosa namun oleh anugerahNya saja kita dibenarkan dan diselamatkan. Semuanya memang hanya karena anugerahNya bukan karena kuat kita.Marilah
kita hidup dalam kerendahan hati seperti Tuhan kita, Yesus Kristus !
Sunanto
from: www.glorianet.org

Saturday, April 09, 2005

mimpi nebukadnezar Posted by Hello

Tentang masa depan

TENTANG MASA DEPANMU
Pasangan dokter, Patricia dan David Mrazek menyaksikan banyak kekecewaan hati di tempat kerja mereka. Sebagai spesialis pediatrik mereka menangani banyak anak-anak yang menderita.Tetapi mereka terkejut oleh kenyataan bahwa beberapa anak dapat mengatasi bencana sedangkan yang lainnya hancur di dalamnya.Kenapa? Mengapa, misalnya, seorang anak harus menggunakan obat-obatan sedangkan yang lainnya pergi ke kampus? Mengapa beberapa anak korban dari penyiksaan tumbuh menjadi penyiksa sedangkan yang lainnya tumbuh menjadi orang tua yang baik? Kedua dokter Mrazek melakukan survei intensif untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini.Di dalam penelitian mereka, suatu sifat penolakan terus muncul di antara anak-anak yang selamat dari trauma dan terus maju untuk membangun hidup yang sehat. Rahasianya? Sebuah dasar pandangan hidup yang optimis dan penuh harapan. Harapan membuat perbedaan. Harapan, melebihi segalanya, membantu kita melawan rintangan ketika mereka bertumpuk melawan kita. Umat manusia sangat memerlukan pertolongan. Tetapi bagaimana kita mendapatkannya? Harapan susah dicari di dalam dunia kita, SAMPAI kita melihatnya dari sisi nubuatan Alkitab. Panduan DISCOVER ini menyelidiki ramalan yang luar biasa yang telah mengilhami pribadi-pribadi yang tak terhitung jumlahnya dengan harapan yang penuh semangat.1. SEBUAH RAMALAN ALKITAB YANG MENGAGUMKANSekitar lima ratus tahun yang lalu sebelum kelahiran Kristus, Tuhan memberikan sebuah penglihatan yang menakjubkan tentang masa depan melalui nabi Daniel. Tuhan menampakkan garis besar dari sejarah dunia dalam masa 2,500 tahun, dari masa Daniel sampai dunia kita sekarang. Ramalan ini berasal dari mimpi yang Tuhan berikan kepada Nebuchadnezzar, raja dari Babel, sekitar 2,500 tahun yang lalu. Mimpi itu sungguh meresahkan sang raja, akan tetapi dia tidak dapat mengingat mimpi itu setelah dia bangun. Setelah semua orang-orang Babel yang bijaksana gagal menolong sang raja untuk mengingat atau mengartikan mimpinya, seorang pemuda Yahudi yang bernama Daniel tiba di tempat kejadian, menyatakan bahwa Tuhan Penguasa Surga dapat mengungkapkan semua misteri.
Berdiri di depan sang raja, Daniel dengan berani menyatakan: "Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi." - Daniel 2: 31-35. (Kecuali disebutkan, semua ayat Alkitab dalam Panduan DISCOVER ini diambil dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).
Patung ini, secara sekilas, sepertinya tidak berhubungan dengan menemukan harapan di masa kini, tetapi tunggu dulu.2. RAMALAN DIINTERPRETASIKANSetelah memberitahukan secar tepat kepada Nebukadnezzar yang terpesona tentang apa dilihatnya di dalam penglihatannya, nabi Daniel menjelaskan: "Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja." - Daniel 2:36.KEPALA DARI EMAS: Apa kekuatan dunia yang Daniel beritahukan kepada raja yang disimbolkan oleh kepala dari emas?
"Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta alam telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.... TUANKULAH KEPALA YANG DARI EMAS ITU." - ayat 37, 38Daniel mengatakan kepada penguasa kekaisaran dunia yang terbesar: Nebukadnezzar: "Tuhan menyatakan bahwa kerajaan tuanku, Babel, diwakili oleh patung kepala emas." DADA DAN TANGAN DARI PERAK: Dari persepsi manusia, Babel kelihatan seperti sebuah kerajaan yang akan abadi selamanya. Tetapi apa yang dikatakan dalam nubuatan akan terjadi kemudian? "Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku." - ayat 39.Dalam penggenapan nubuatan Tuhan, kerajaan Nebukadnezzar hancur menjadi puing-puing pada saat Cyrus, jenderal dari Persia, menumbangkan kerajaan Babel di tahun 539 SM. Jadi dada dan tangan dari perak menggambarkan Medo-Persia, kerajaan besar lainnya. PERUT DAN PINGGANG DARI TEMBAGA: Apa yang diwakilkan oleh bagian patung dari logam yang besar ini? "Kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi." - ayat 39.Perut dan pinggang dari tembaga melambangkan kerajaan Yunani. Alexander Yang Agung menaklukkan Mede dan Persia, mengubah Yunani menjadi kerajaan besar ketiga di dunia. Dia memerintah dari tahun 331 sampai 168 SM. PAHA DARI BESI: "Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat [kata Nabi itu], yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu, dan seperti besi yang menghancurluluhkan semuanya." - ayat 40. Setelah kematian Alexander, kerajaannya menjadi lemah dan terpecah menjadi bagian yang saling bermusuhan hingga akhirnya pada tahun 168 SM, pada peperangan di Pydna, Kerajaan Besi -Romawi- menghancurkan Yunani. Kaisar Augustus memerintah Kekaisaran Romawi pada saat Yesus lahir sekitar 2000 tahun yang lalu (Lukas 2:1). Kristus dan para muridNya hidup selama periode yang digambarkan oleh kaki dari besi. Gibbon, sejarawan pada abad ke 18, tidak memiliki keraguan dalam pikirannya mengenai ramalan Daniel ketika ia menulis: "Patung dari emas, atau perak, atau kuningan, yang
mewakili negara dan raja, secara telah dihancurkan secara berurutan oleh kerajaan besi Romawi". Edward Gibbon, The History of the Decline and Fall of the Roman Empire (John D. Morris and Company), volume 4, hlm. 89. Pikirkan sejenak mengenai ramalan ini dari sudut pandang manusia. Bagaimana mungkin Daniel, yang hidup di jaman Babel, mempunyai gagasan berapa banyak kerajaan yang akan mewarisi satu sama lain dalam jangka waktu ratusan tahun ke depan? Kita pun kesulitan memperkirakan apa yang akan terjadi dengan pasar saham minggu depan! Dan bahkan Babel, Medo-Persia, Yunani dan Romawi muncul berurutan persis seperti yang diramalkan, seperti anak sekolah yang patuh dalam barisan. Apakah Tuhan mengatur masa depan? Ya! Dapatkah kita memiliki pengharapan berdasarkan rencana besarNya? Jawabannya adalah sama, Ya!TELAPAK DAN JARI KAKI DARI BESI YANG BERCAMPUR TANAH LIAT: Akankah kekuatan dunia ke-lima mengalahkan Romawi? "Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, BAHWA KERAJAAN ITU TERBAGI; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian." - Daniel 2: 41, 42.Nabi itu meramalkan, bukan kerajaan dunia ke-lima, tetapi pembagian dari kerajaan besi Romawi. Romawi akan terpecah menjadi 10 kerajaan, seperti dilambangkan oleh bagian kaki dan jari-jari kaki patung itu. Apakah ini benar-benar terjadi? Tentu saja terjadi. Selama abad ke 4 dan 5 Masehi, penjajah yang kejam dari utara datang terus menerus menghancurkan kerajaan Romawi, menghasilkan kekalahan demi kekalahan. Akhirnya sepuluh suku bangsa mendapatkan sebagian besar kerajaan Romawi Barat, dan 10 negara wilayah yang merdeka berdiri sendiri di dalam wilayah Eropa. Demikianlah jari-jari kaki itu melambangkan negara modern dari Eropa saat ini.
3. JAMAN KITA DI DALAM RAMALAN ALKITAB
Apakah Daniel meramalkan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk menyatukan negara-negara Eropa di bawah satu pemimpin?
"Seperti tuanku lihat besi bercampur tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak bisa bercampur dengan tanah liat." - Daniel 2:43.Berulang-ulang orang-orang yang berkuasa telah mencoba menyatukan Eropa, tetapi setiap kali mereka gagal mencapai tujuannya. Napoleon merupakan yang paling dekat kepada keberhasilan dibandingkan dengan yang lain dalam usahanya menyatukan Eropa, tetapi mungkin karena memikirkan ramalan ini, saat dia melarikan diri setelah dikalahkan dari peperangan Waterloo, dia berseru, "Kekuatan Tuhan terlalu besar untuk saya!" Kaisar Wilhelm II dan Adolf Hitler menciptakan pasukan terkuat di dunia di masa mereka. Tetapi satu demi satu gagal dalam menyatukan Eropa di bawah pengawasan mereka. Mengapa? Karena Firman Tuhan adalah pancangnya: "Orang-orang akan bercampur dalam perkawinan, tetapi tidak akan menjadi satu kesatuan." Akibat dari dua Perang Dunia membuktikan bahwa Tuhan memegang masa depan di dalam tanganNya; Dia mengatur sepenuhnya. Hal itu tentu cukup untuk memberikan kita pengharapan, ketenangan pikiran, dan keyakinan tentang rencanaNya untuk hidup kita. 4. SEBUAH PANDANGAN KE MASA DEPANHanya satu bagian dari ramalan Daniel yang belum dipenuhi. Apakah arti dari batu yang menimpa patung pada kakinya, menghancurkannya menjadi debu, dan menjadi kerajaan besar yang menguasai seluruh dunia? "TETAPI PADA ZAMAN RAJA-RAJA (negara-negara modern Eropa), ALLAH SEMESTA LANGIT akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi KERAJAAN ITU SENDIRI AKAN TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA." - Daniel 2:44."Raja-raja itu" mungkin hanya mengacu kepada raja-raja yang dilambangkan oleh kaki dan jari-jari dari patung tersebut, penguasa dari Eropa modern, menunjuk ke masa kita. Batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia menimpa patung itu dan menghancurkannya menjadi pecahan-pecahan, dan akan memenuhi seluruh bumi (ayat 34, 35, 45). Segera Yesus akan turun dari surga untuk "memdirikan suatu kerajaan", Kerajaan kebahagiaan dan kedamaian. Kemudian Kristus, Batu Zaman dan Raja atas segala Raja, akan memerintah dunia selamanya! Semua di dalam ramalan Daniel pasal 2 telah tercapai kecuali peristiwa yang terakhir, hancurnya patung itu oleh batu. Menurut waktu Allah, kita sekarang telah mendekati titik klimaks, kedatangan Kristus ke dunia kita. Yesus Kristus, Anak Allah, segera akan mengakhiri pertarungan berdarah yang panjang dalam sejarah manusia dan membentuk kerajaan abadiNya yang penuh kasih dan kemurahan.5. MIMPI RAJA DAN ANDARamalan ini menunjukkan kendali tangan Tuhan dalam kejayaan dan kejatuhan bangsa-bangsa. Tuhan tahu masa lampau, dan ramalan Alkitab ini secara jelas menunjukkan masa depan juga. Jika Tuhan mengatur pergerakan bangsa-bangsa dengan sedemikian tepatnya, tentu Dia akan mengatur kehidupan setiap orang. Yesus meyakinkan kita: "Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit." (Matius 10:30-31). Keyakinan iman akan anugerah Allah dapat menjadi penawar dari semua ketakutan dan kekuatiran kita." Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita" (Ibrani 6:19). Ilmuwan abad 16, Erasmus menghubungkan kecelakaan yang terjadi sewaktu pelayaran laut yang tidak dapat dilupakannya selama sisa hidupnya. Kapal layarnya kandas di dalam badai. Saat ombak yang ganas menghantam kapal dan kapal itu mulai pecah, bahkan para pelayarpun panik. Para penumpang hampir histeris. Sebagian besar berteriak minta tolong kepada santa pelindung mereka, menyanyikan lagu-lagu pujian, atau memohon keras dalam doa. Erasmus mendapatkan satu penumpang yang bereaksi sangat berbeda. "Dari kami semua," Erasmus menulis, "satu-satunya yang paling tenang adalah wanita muda yang menggendong seorang bayi yang sedang dijaganya. Dia adalah satu-satunya yang tidak berteriak, menangis, atau menawar dengan Surga. Dia tidak melakukan apapun kecuali berdoa secara diam-diam sementara mendekapkan bayinya erat ke dalam pelukannya." Doa ini, Erasmus menyadari, hanya merupakan kelanjutan dari kebiasaan hidupnya yang penuh doa. Dia kelihatannya mempercayakan dirinya kepada Allah. Pada saat kapal mulai tenggelam, wanita muda ini ditempatkan di atas sebuah papan, diberikan tiang kapal untuk dipakai sebagai dayung, dan dilepaskan ke dalam ombak. Dia harus menggendong bayinya dengan satu tangan dan berusaha mendayung dengan yang lain. Hanya sedikit yang berpikir dia akan selamat dalam ombak yang keras. Tetapi keyakinan dan ketenangannya membuat dia tetap tegar. Wanita muda dan bayinya adalah yang pertama yang mencapai pantai. Pengharapan kepada Tuhan yang bisa dipercaya dapat membuat semuanya berbeda, bahkan pada saat seluruh dunia kelihatan runtuh di sekitar kita. Kita tidak berada di luar mengayuh sendirian. Sebuah tangan yang lebih kuat memandu dan menggendong kita. Jika anda mau datang kepada Kristus dengan penuh penyerahan, Dia akan memberikan anda sebuah keyakinan yang akan membawa anda melalui semua badai. Temukan kedamaian adikodrati yang Yesus janjikan: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." - Yohanes 14:27.Apakah anda mempunyai kedamaian yang seperti itu? Jika anda memilikinya, berterimakasihlah kepada Yesus, Juruselamatmu. Jika tidak, kenapa anda tidak mengundang Dia masuk ke dalam hidupmu hari ini?
Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Friday, April 08, 2005

Dimulai dari hari ini


AMIN!