Wednesday, April 19, 2006

explaining Jesus in short time

Friday, April 07, 2006

injil barnabas

INJIL BARNABAS

Apakah Injil Barnabas itu dan bagaimana sejarahnya sehingga menjadi
ada? Pada
tahun 1709, John Toland di Amsterdam menerima dari Cremer, kanzelir
Raja Prusia,
sebuah naskah berjudul 'Injil Barnabas' dalam bahasa Itali, naskah
mana sampai
saat ini masih disimpan di perpustakaan di Wina. Pada tahun
1718 'Injil
Barnabas' mulai disebut dalam karangan John Toland yang berjudul
'Nazarenus or
Jewish, Gentile and Mahometan Christianity'.

Kitab ini mulai menghebohkan ketika diterbitkan terjemahannya ke
dalam bahasa
Inggeris oleh Lonsdale dan Laura Rag dengan diberi judul 'The
Gospel of
Barnabas' (Oxford, 1907). Pada tahun 1908 kitab ini diterjemahkan
oleh Khalil
Saada ke dalam bahasa Arab, dan pada akhirnya diperkenalkan ke
Indonesia oleh
Ahmad Shalaby. Beberapa terjemahan dalam bahasa Indonesia ditulis
antara lain
oleh J. Bachtiar Affandie (Jasana, 1969), Husein Abubakar & Abubakar
Basjmeleh
(Pelita, 1970, diterjemahkan dari bahasa Arab), dan Rahnip M. (Bina
Ilmu, 1980).

Apakah benar bahwa Injil Bernabas sebuah 'Injil' dan ditulis
'Barnabas' seorang
rekan kerja rasul Paulus? Masalah ini sering dipersoalkan orang
sehingga ada
baiknya diangkat sebagai bahan diskusi.

APAKAH 'INJIL' ITU DAN SIAPAKAH 'BARNABAS' ITU?

Kata 'Injil' berasal dari kata 'evangelion' (kabar baik) atau
tepatnya 'kabar
baik perihal Yesus.' Istilah ini digunakan untuk menyebut ke-empat
kitab awal
dalam Alkitab Perjanjian Baru (Injil Kanonik : Matius, Markus,
Lukas &
Yohanes). Disebut demikian karena ke-empatnya menceritakan
'Riwayat Hidup
Yesus', khususnya 'ke-tiga kitab pertama (Matius, Markus & Lukas)
menyorot
kehidupan itu dari sudut pandangan yang sama karena itu disebut 'Injil
Sinoptis'
sedangkan kitab Yohanes melihatnya dari sudut berbeda yaitu sudut
ke'Allah'an
Yesus.

Memang dalam Alkitab ada seorang bernama Barnabas (anak
penghiburan) yang
merupakan gelar dari Yusuf seorang Lewi dari Siprus (Kisah 4:36),
rekan kerja
Paulus (Kisah 9:27), dan bekerja bersama Paulus di Anthiokia (Kisah
11:22-26).
Ia menemani Paulus dalam perjalanan pertama (Kisah 13,14) dan
menghadiri sidang
di Yerusalem (Kisah 15). Barnabas berpisah dengan Paulus karena
persoalan Markus
(Kisah 15:36-41), namun dalam surat-suratnya, Paulus menunjuk
Barnabas sebagai
seorang rekan kerja (1.Korintus 9:6/Galatia 2:1,9,13/Kolose 4:10).

Memang ada kitab 'Kisah Barnabas' yang merupakan kitab Apokrifa yang
didasarkan
kitab 'Kisah Para Rasul' dan menceritakan dengan lebih jelas perjalanan
Barnabas
dan Paulus, dan pertentangan soal Markus. Kitab ini memberi kesan
ditulis oleh
Markus, tetapi menurut penelitian diketahui bahwa kitab ini
ditulis sesudah
abad-V. Ada juga 'Surat Barnabas' yang mempersoalkan apakah Perjanjian
Lama itu
untuk orang Yahudi atau juga untuk orang Kristen dan juga berisi
beberapa
pengajaran moral. Kitab ini tidak diakui sah, dan diperkirakan
ditulis seorang
pemimpin gereja bersamaan dengan kitab terakhir dalam Alkitab (akhir
abad-I).

APAKAH INJIL BARNABAS ITU?

Yang disebut Injil Barnabas (IB) adalah kitab yang berisi 222 Bab
yang isinya
kira-kira sama banyaknya dengan gabungan ke-empat Injil ditambah
dongeng tradisi
Yahudi, Kristen dan Islam, yang disatukan dengan cerita-cerita
ke-empat Injil
kanonik. Jadi IB merupakan usaha untuk menyelaraskan ke-empat
Injil menjadi
satu Injil yang dibumbui dengan tradisi ketiga agama di atas.

Sekalipun disebut sebagai 'Injil' kenyataannya isinya banyak
berbeda dengan
ke-empat Injil kanonik, seperti misalnya dapat dijumpai dibanyak
bagian kitab
ini. Dalam Bab-82 disebut bahwa 'Tahun Jobel' dirayakan setiap
100 tahun,
padahal dalam Perjanjian Lama (Imamat 25:8-55;27:16-25) disebut
bahwa tahun
Jobel lamanya 50 tahun. Ini menunjukkan bahwa kitab IB baru
ditulis setelah
tahun 1300 karena pada tahun itu Paus Bonifacius VII mendekritkan
perubahan
tahun Jobel menjadi 100 tahun. Memang Abubakar/Basjmeleh dalam
terjemahannya
mengemukakan bahwa mungkin hal itu terjadi karena tidak jelasnya
perbedaan
antara angka L (50) dan C (100), tetapi harus diingat bahwa
dalam bahasa
Italinya tidak disebut C (angka Latin) tetapi 'cento' yang artinya
'seratus.'.

Pada pembuka kitab IB disebutkan bahwa Barnabas salah seorang murid
Yesus, yang
bersama-sama dengan Petrus, Yohanes dan Yakobus hadir waktu Yesus
dimuliakan di
atas gunung (Bab-42). Yesus mengatakan kepada Barnabas bahwa Ia
tidak akan
disalibkan (Bab-112), bahkan Yesus memerintahkan Barnabas untuk
menulis Injil
(Bab-221). Fakta ini jelas berbeda dengan ke-empat Injil. Dalam
Injil kanonik
tidak dikenal murid bernama Barnabas, ia baru muncul di masa Kisah
Para Rasul
sesudah Yesus (Kisah 4:36).

KEJANGGALAN GEOGRAFI DAN BUDAYA DALAM INJIL BARNABAS

Ada beberapa kejanggalan geografi dan budaya dalam IB yang
menunjukkan fakta
kuat bahwa Barnabas bukan 'saksi mata'. Disebutkan bahwa Yesus naik
kapal ke
Nazaret (Bab-20), padahal Nazaret ada di pegunungan. Yesus disebut
naik dari
Nazaret ke Kapernaum (Bab-21) padahal Kapernaum lebih rendah dari
Nazaret. Pada
Bab-145-150 disebut bahwa kaum Farisi menjadi rahib, tidak kawin, dan
berjubah
istimewa, dan berasal nabi Elia. Ini sebenarnya gambaran
kekristenan pada
abad-abad pertengahan setelah timbulnya kerahiban. Disebutkan bahwa
prajurit
romawi berguling seperti tong anggur kosong ke luar dari bait Allah
(Bab-152).
Kenyataannya, pada masa Yesus orang Romawi tidak diperkenankan masuk
bait Allah,
dan pembuatan tong-tong anggur dari kayu adalah budaya abad
pertengahan. Bab-69
menyebut para imam berpakaian indah dan naik kuda, padahal dalam
Injil kanonik
para Imam tidak pernah disebut naik kuda. Pada Bab-56-58,135 ada
diskripsi
tentang tujuh dosa pokok dan tujuh tingkat dalam neraka. Ini
adalah hasil
teologia Katolik abad pertengahan.

NAFAS ISLAM DALAM INJIL BARNABAS

Dalam IB ternyata banyak bagian-bagian yang sebenarnya bernafaskan
ajaran Islam,
ini menunjukkan bahwa kitab IB tentu di tulis sesudah kehadiran
agama Islam.
Beberapa contoh mengenai hal ini adalah: Pada Bab-44 disebutkan
bahwa Abraham
mengorbankan Ismail dan menunjuk Muhammad sebagai nabi Besar, dan
disebutkan
bahwa Adam berseru: 'Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah
rasul Allah
itu." (Bab-39,54,97). Yesus dihadapan Sanhedrin disebut
menyangkal dirinya
sebagai 'Messias' dan menunjuk nabi yang akan datang sesudahnya
(Bab-72,96).
Yesus dianggap bukan 'Anak Allah' (Bab-48,98,222), malah pengakuan
Petrus bahwa
'Yesus adalah Anak Allah' dianggap dosa besar (Bab-70, bandingkan
Matius 16:16).
Yesus juga tidak disalib karena digantikan oleh Yudas (Bab-217) dan
Yesus tidak
mati maupun bangkit (Bab-221-222).

Ada anggapan bahwa Messias adalah dari keturunan Ismael
(Bab-43,55). Dalam
Bab-192-192, Nikodemus dikatakan menemukan kitab Musa di bait Allah
dan membaca
bahwa 'Ismael adalah ayah Messias' dan 'Ishak adalah ayah utusan
Messias.' Jadi,
Yesus dalam kitab IB seakan-akan 'Yohanes Pembaptis' bagi
Muhammad, itulah
sebabnya dalam kitab ini Yohanes Pembaptis tidak disebut-sebut.
Dalam IB ada ungkapan mengenai 'kelima waktu sembahyang' dan 'Uraian
mengenai
Allah dan sifat-sifatnya' yang dengan jelas kita ketahui sebagai
hasil teologi
Islam.

KESIMPULAN
Kitab IB menuntut sebagai kitab 'Injil Tunggal' dan mendiskreditkan
ke-empat
Injil kanonik. Nada kitab IB menyalahkan Alkitab (khususnya Perjanjian
Baru) dan
menonjolkan ajaran Islam.
Penulis kitab IB bukanlah Barnabas dalam Alkitab Perjanjian Baru,
melainkan
seorang Eropah (Italia?) yang hidup pada akhir abad pertengahan
yang tidak
menguasai geografi Israel, dan kurang memahami adat-istiadat budaya
abad pertama
dimana Barnabas 'yang asli' hidup.

Cara penulisan dan kertas yang digunakan menunjukkan produk abad itu,
demikian
juga bahasa asli kitab IB merupakan campuran dari dua dialek Italia
yaitu 'Tuska
& Venezia', padahal bahasa ini belum lahir pada saat Yesus hidup dan
baru pada
abad-XIII merupakan bahasa tulisan. Kesalahan-kesalahan dalam
penulisan bahasa
Itali pada kitab IB menunjukkan bahwa penulisnya mempunyai latar
belakang
Spanyol.

Kitab IB ini kemungkinan dikarang oleh seorang Yahudi Spanyol yang
tinggal di
Italia yang pada abad pertengahan itu dipaksa masuk agama Kristen
Katolik ,
karena itu untuk pembalasan ia berpindah ke agama Islam dan
berusaha
menyesuaikan kitab Injil dengan ajaran agama Yahudi (panyangkalan
Yesus sebagai
Messias) dan Islam (Penonjolan Muhammad). Kitab IB ini ditulis
sesudah agama
Islam berdiri (abad-VII) karena banyak ajaran Islam ada di
dalamnya, tetapi
lebih tepat diantara abad-XIII s/d XVI karena mencerminkan
beberapa teologi
Katolik yang lahir pada abad-abad tersebut.
-
Sekalipun 'Kisah Barnabas', 'Surat Barnabas' dan 'Injil Barnabas' tidak
diterima
dalam kanon Alkitab, karena memang isinya tidak menunjukkan kepatutan
masuk ke
sana, umat Kristen tidak dilarang membacanya.
-
Kiranya informasi ini memperjelas mengenai apa dan bagaimana
sebenarnya yang
disebut sebagai kitab 'Injil Barnabas' itu sehingga diskusi bisa
beranjak dari
kenyataan sejarah. Semoga berguna.
-
Salam kasih dari Herlianto.